“hmm kenapa sih sekarang semua tulisan terasa hambar…?”
Rasanya baru kali ini aku merasa tak punya tujuan, gairah dan semangat ketika sedang berada ditengah tumpukan buku, biasanya aku, sang “kutubuku” (setidaknya itulah penilaian diriku terhadap diri sendiri) sangat senang sekali, bahkan mungkin malah bisa sampai lupa segalanya ketika sedang membaca dan menikmati saat-saat dimana otak kananku bermain dan berkelana liar ke dalam emosi, ruang, dan waktu hasil coretan tangan orang lain.
Tapi sekarang? detik ini aku merasa mataku semakin rabun saja ketika sedang membaca tulisan (di halaman 231.. atau 213… entahlah!) dari sebuah buku yang kupegang “The black snow” karangan Carter H. John. Buku pemenang penghargaan Best Writer 2006 yang penuh dengan “makna” cerita yang dalam, alur dan penulisan yang cerdas dan memiliki latar belakang dunia yang berdasarkan sebuah prediksi para ahli tentang kedaan dunia masa depan yang suram, yang “katanya” sang penulis sendiri melakukan penelitian ilmiah untuk bahan novelnya terutama tentang lingkungan hidup bla bla bla…
Atau…
Sebuah novel tebal disampingnya, sebuah novel National Bestseller yang berjudul “Anak-anak abad 20″ yang menceritakan kehidupan tokoh utamanya yang cerdik, kocak dan bandel itu.
Atau masih banyak lagi beberapa tumpukan di lemari bukuku yang isinya sudah kebanyakan sampai-sampai beberapa (hampir 1 lusin) buku yang kubeli awal minggu ini tidak memiliki jatah tempat sama sekali di rak buku yang cukup besar itu.
Semuanya, sama sekali tak menggugah hatiku untuk terus membacanya, rasanya semua tulisan itu klise, tak bernyawa dan malah menimbulkan lebih banyak lagi pertanyaan didalam kumpulan deretan pertanyaan yang kumiliki selama hidup ini…
Benarkah perasaanku sekarang ini? atau mungkin aku sedang butuh hal lain selain buku?
…
(merenung)
…
Ah! akhirnya kuputuskan untuk detik ini rasanya yang paling aku butuhkan adalah tidur pulas…
huaahm… goodnite!
(bersambungkah?)